Normalisasi Sungai Ampal di Deadline

Balikpapan–Wakil ketua DPRD Balikpapan Syukri Wahid, meminta pemerintah kota lebih serius menjalani proyek normalisasi di sungai ampal. Lontaran tersebut disampaikan Syukri menindak lanjuti peristiwa banjir di kawasan sungai ampal, yang terjadi belum lama ini dan telah menelan korban jiwa.

SYUKRI WAHID

Wakil ketua DPRD Balikpapan, Syukri Wahid

Syukri mengatakan, alasan pemerintah kota atas mandeknya normalisasi yang terkendala oleh pembebasan lahan adalah alasan klasik. Sehingga ia menilai perlu ada solusi cepat untuk permasalahan ini, mengingat normalisasi pelaksanaannya harus integral.

DPRD sendiri, lanjut Syukri, menargetkan peristiwa banjir  kota Balikpapan tiap tahunnya menurun hingga 20 persen, yang mana proyek Normalisasi Sungai Ampal menjadi salah satu upaya. Sementara kegiatan normalisasi yang menelan biaya hingga Rp. 300 Miliar tersebutb telah berjalan selama 3 tahun, namun belum juga rampung dengan alasan masih ada 1 warga yang belum bersedia menjual tanahnya. Disamping itu, pada proyek yang telah berjalan, pihaknya mendapati terdapat kanal yang lebarnya tidak sesuai perencanaan, alias tidak mencapai 60 meter.

Terkait hal itu, Syukri berencana memanggil pihak terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum.

“Dan ini sudah berjalan 3 tahun, namun masuk tahun kedua, proyek mandek karena ada 1 warga lagi yang belum bersedia tanahnya dibebaskan karema ganti rugi yang ditawarkan dinilai terlalu kecil” ujar Syukri.

Sebagai informasi, normalisasi Sungai Ampal baru rampung di wilayah hilir atau muara. Sementara di wilayah hulunya masih terkendala pembebasan lahan. Dari DPRD Kota Balikpapan sendiri menegaskan agar proyek tersebut rampung, paling lambat akhir 2014 ini. (*)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini