Napi di Samarinda jadi Operator Peredaran Sabu

 

?????????????

Kapolsek KP3 Semayang Balikappan, I Wayan Sarna menunjukan hasil tangkapan narkoba jenis sabu yang masuk melalui Pelabuhan Semayang. (Imay/ IDC FM)

Balikpapan (idcfm.net)— Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Semayang Balikpapan berhasil gagalkan penyeludupan sabu seberat 757,71 Gram yang masuk melalui Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Kapolsek KP3 Semayang Balikpapan, I Wayan Sarna, mengatakan, selain dalam rangka operasi pekat (penyakit masyarakat), pihaknya memang rutin memeriksa penumpang yang turun di pelabuhan secara selektif. Hasilnya pada Jumat (20/05) Sore ketika Kapal Ferry Mutiara Sentosa, tersangka yang menjadi kurir Sabu bernama Habidal (30 tahun) kedapatan membawa 10 poket sabu dengan berat keseluruhan mencapai 757,71 gram. 10 poket sabu dengan berat bervariatif tersebut dibungkus dengan lakban berwarna coklat dan dimasukan kedalam tas selempang bermotif loreng.

“Habidal ini ketika ditanya dia langsung ngaku iya ini sabu, beratnya empat ons. Ketika kami bawa ke kantor, ponselnya berdering ternyata ada kurir lain bernama Soleh, sudah menunggu di pelabuhan. Kita tangkap sekalian,” terang Wayan kepada wartawan pada Senin (23/05).

Iptu L. Simbolon, Kanit Reskrim Polsek Semayang, menambahkan, dari pengakuan kedua tersangka, terungkap transaksi barang haram tersebut dimotori oleh Yudi, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III A Bayur Kota Samarinda. Yudi sendiri sudah dua tahun mendekam di tahanan akibat kasus penyalahgunaan narkoba. Setelah ditelusuri lebih dalam, seorang penghuni lapas lainnya bernama Kasmir terbukti juga terlibat dalam kasus ini. Kasmir sendiri terdaftar sebagai tahanan Lapas Kelas II B Tenggarong akibat kasus pembunuhan. Sejumlah poket sabu tersebut diketahui kiriman dari seseorang bernama Leman yang saat ini berada di Jakarta.

Simbolon menguraikan kronologinya, yaitu pada 17 Mei atas permintaan leman, Habidal terbang ke Jakarta dengan Pesawat Lion Air. Setelah mendapatkan Sabu, selanjutnya Hanibal melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan Kereta Api. Dan pada 18 Mei berangkat dari Surabaya dengan Kapal Ferry dan tiba di Balikpapan pada 20 Mei 2016.

“Jadi Kasmir ini di telpon Leman menanyakan ada ga yang mau beli. Kasmir pun telpon Yudi dan Yudi sanggupi. Nah, baru lah Leman ini telpon Habidal dan Soleh untuk menjadi kurir. Kasmir ini dijanjikan dapat sabu 1 ons kalau transaksinya lancar. Si Habidal ini dijanjikan uang 50 juta. Yudi yang memasarkannya di Samarinda,” tambahnya.

Kapolsek I Wayan  juga mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, narkoba jenis sabu ini selanjutnya untuk diedarkan di Samarinda. Temuan kasus narkoba di kawasan Pelabuhan Semayang adalah pertama kalinya.

“Biasanya tim kami dari Kanit Reskrim kadang-kadang temukan miras. Baru ini dapat sabu. Tentunya peningkatan pengawasan terus kita lakukan,” tandasnya.

Tersangka Habidal, kepada wartawan, mengaku menjadi kurir peredaran sabu hanya sebatas menolong teman. Warga Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar ini mengaku baru pertama kali  menjadi kurir sabu. Sementara kesehariannya adalah berprofesi sebagai nelayan.

“Kita bantu-bantu teman aja,” ujarnya singkat.

Atas temuan ini, Habidal dan Soleh yang berperan sebagai kurir, dikenakan sangsi Undang-undang narkotika Nomor 112 dengan sangsi kurungan badan minimal 5 tahun. Sementara Kasmir dan Yudi yang berperan sebagai Bandar, dijatuhkan sangsi Undang-undang Narkotika Nomor 114 dengan hukuman juga diatas 5 tahun penjara. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini