MUI Pusat Bilang Solaria Halal, Apa Langkah Pemkot?

Balikpapan (idcfm.net)—Asisten l Sekdakot Balikpapan, Saiful Bahri segera menggelar rapat bersama Tim gabungan Operasional Razia Daging Ilegal terkait hasil uji metode PCR oleh MUI Pusat yang menyatakan Bumbu Masakan di Restoran Solaria halal. Hasil yang ada berbeda dengan metode Rapid Tes pada Senin (23/11) lalu, yang menyatakan dua bumbu masakan di Solaria Positif mengandung Babi.

Saiful Bahri menuturkan, rapat tertutup tersebut diagendakan pada Selasa 1 Desember 2015 dan diharapkan seluruh pihak terkait bisa menghadiri pertemuan tersebut dan mencari jaln keluar. Hasil rapat yang ada selanjutnya akan disampaikan langsung ke Walikota Balikpapan.

“Kan hasilnya berbeda dengan MUI Pusat. Kita lihat besok apakah kita terima hasil dari MUI Pusat atau kah kita mencari uji sampel pembanding. Bukan tidak percaya dengan hasil yang ada. tapi masyarakat juga perlu kepastian,” ujar Saiful pada Senin (30/11).

yosmianto

Kepala DPKP Kota Balikpapan, Yosmianto. (Imay/ IDC FM)

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) yang juga bagian dari Tim Gabungan Operasional Razia Daging Ilegal membenarkan pihaknya akan menggelar rapat internal, yang difasilitasi oleh Asisten l. Namun Yosmianto juga tekankan, UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur juga telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional. Sehingga hasil uji sampel cepat terhadap bumbu masakan di Restoran Solaria dengan metode rapid tes tidak diragukan lagi.

“Kan hasil tes itu oleh kesmafet provinsi udah diakreditasi sama Badan Akreditasi Nasional. Menurut versi mereka udah akurat. Hasil uji lab menunjukan stripnya positif dua,” tekannya.

Yosmianto mengusulkan agar tim yang ada mencari pembanding atau pihak ke-tiga dan kembali melakukan uji sampel dengan metode PCR, metode yang dipakai oleh MUI Pusat. Namun Yosmianto belum menunjuk laboratorium mana yang akan dilibatkan untuk kasus ini.

“Kalau kita kembali memakai metode Rapid Tes, MUI Pusat pastinya tidak mau mengakui. Makanya kita akan pake metode PCR tapi ditempat lain, bukan di Kesmavet Provinsi,” ujar Yosmianto. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini