MUI Kembali Serukan Pembongkaran Barak Eks Lokalisasi KM 17

logo mui

Balikpapan (idcfm.net)—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan kembali mendesak pemerintah kota segera membongkar barak di eks lokalisasi kilo meter 17 yang berdiri diatas aset tanah pemerintah kota.

Komisi Bidang Ekonomi Umat MUI Kota Balikpapan, Badrus Syamsi, berujar pihaknya telah melayangkan surat rekomendasi pembongkaran ke pemerintah kota pada tahun 2013 lalu. Atau setelah pengadilan memutuskan gugatan sengketa tanah lokalisasi tersebut dimenangkan oleh pemerintah kota. Namun hingga kini rekomendasi tersebut belum dijalankan oleh pemerintah kota dengan berbagai pertimbangan sebagai alasan.

?????????????

Komisi Bidang Ekonomi Umat MUI Kota Balikpapan, Badrus Syamsi.

“Yang direkomendasikan MUI untuk Pemkot yaitu pembongkaran barak eks lokalisasi KM 17 yang jadi aset pemerintah kota. Sebab kalau bicara penutupan, sudah ditutup. Sudah saatnya dibongkar. Tentu ini jadi wewenang pemkot,” ujar Badrus.

Badrus juga tidak menapik bahwa ia mendapat informasi bahwa sampai saat ini aktivitas prostitusi masih terjadi di lokalisasi yang berada di kawasan Balikpapan Utara tersebut. Sehingga ia mendesak pembongkaran segera dilakukan, sebagai kelanjutan dari keputusan Pemprov Kaltim untuk menutup seluruh lokalisasi yang beroperasi di Kalimantan Timur pada 1 Juni 2016.

“Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat pasca penutupan memang intensitas kegiatan agak menurun bukan berarti berhenti. Namun ketika pihak Satpol PP razia kesana terlihat sepi. kemungkinan terjadi kebocoran info razia,” cetus Badrus.

MUI sendiri mengusulkan agar eks lokalisasi KM 17 difungsikan sebagai salahsatu tujuan wisata religi di kota Balikpapan. Pihaknya berharap agar lahan yang ada bisa dimanfaatkan oleh seluruh umat beragama. Selain untuk menambah koleksi tujuan wisata di Balikpapan, juga sebagai wadah untuk pemersatu dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Kelembagan MUI pernah membuat surat agar peemrintah menjadikan eks lokalisasi jadi tempat wisata religi. Agar lahan yang ada termanfaatkan dan umat beragama bisa menjadi lebih dekat dan rukun dengan hadirnya pusat wisata religi. Yang tentunya pendanaan bersumber dari APBD,” tukas Badrus. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini