Libur Panjang Akhir Tahun, Stok BBM Ditambah 15 %

Balikpapan (idcfm.net)—Menjelang libur panjang dan pergantian tahun baru masehi 2016, PT Pertamina MOR VI Kalimantan siapkan langkah antisipasi dengan membentuk satgas yang menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG. Satgas ini melibatkan instansi terkait yaitu Dinas Perhubungan, BPH Migas, Pemda dan Aparat Keamanan.

GM Pertamina MOR VI Kalimantan Muhammad Irfan, mengatakan satgas dibentuk sejak 21 Desember 2015 sampai 8 Januari 2016, dengan tugas antaralain menambah mobil tanksi sesuai dengan kondisi dan jaminan stock untuk PLN. Selain itu satgas juga memonitor stok BBM dan LPG diseluruh TBBM dan SPPBE dengan system komputerisasi (Sistem Informasi Management Supply & Distribution).

PERTAMINAPertamina juga pastikan terminal BBM dan SPBU beroperasi 24 jam, khususnya jalur-jalur wisata atau pusat perayaan tahun baru. Namun kami himbau masyarakat untuk lakukan hemat BBM, dan pastikan kendaraan anda sudah dalam kondisi prima untuk lakukan perjalanan jauh,” himbau Irfan, pada Rabu (23/12).

Secara nasional, stok BBM berada pada level diatas 20 hari, dengan rincian stok BBM antaralain Premium 17 hari, Solar 23 hari dan Avtur 32 hari. Khusus Kalimantan, kata Irfan, konsumsi Premium selama periode 21 Desember 2015 hingga 8 januari 2016 diperkirakan tidak mengalami kenaikan dari rata-rata harian normal sebesar 5.960 KL. Demikian juga Konsumsi solar tidak mengalami kenaikan dari rata-rata harian normal sebesar 2.323 KL.

Adapun konsumsi LPG masyarakat hingga 8 Januari 2016 diperkirakan 12 persen diatas rata-rata pasokan harian normal menjadi 1.205 MT per hari. Untuk ketahanan pasokan LPG Pertamina juga menunjuk agen dan pangkalan siaga dan memaksimalkan SPBU dan modern outlet sebagai etalasi dan stabilisator harga LPG 3 Kg dan 12 Kg, serta penyediaan produk Bright Gas yang sudah dikenal luas oleh masyarakat di Kalimantan.

“Berdasarkan data sebelumnya, khusus lokasi-lokasi wisata ada kecenderungan permintaan tinggi. Sehingga stok di SPBU dinaikan 10 hingga 15 persen. Kami meminta supaya pemilik SPBU agar distribusi BBM dan LPG terjamin,” kata Irfan lagi.

Adapun konsumsi avtur atau bahan bakar pesawat, akhir tahun ini diperkirakan 10 persen di atas penyaluran normal. Artinya perkiraan konsumsi Avtur saat liburan ini akan mencapai sekitar 667 KL. Berdasarkan pengalaman yang ada peningkatan terjadi karena adanya extra flight dari dank e bandara-bandara di Kalimantan.

“Khusus di Bandara Sepinggan permintaan Avtur sekitar 350 KL/ hari. Selain karena extra flight, juga desember ini ada perjalanan wisata umroh. Namun memang kenaikan permintaan Avtur lebih tinggi saat moment hari raya idul fitri,” tambahnya.(Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini