Polres Balikpapan Temukan 2 Simpatisan ISIS

20140809_205313

Suasana Silaturahim MUI Balikpapan Bersama Ormas Islam, Lembaga Islam/Dakwah, dan Ponpes Balikpapan pada Sabtu (09/8) Malam. (dok.Imay)

 

Balikpapan--Polres Kota Balikpapan mulai melakukan pemetaan kawasan kawasan yang dinilai berpotensi dan rawan dimasuki gerakan Islamic State In Iraq and Syiria (ISIS).

Kapolsek Balikpapan Utara AKP H. Sarbini mengatakan, pihaknya sudah mendeteksi adanya simpatisan ISIS di Balikpapan. Yang mana pada awal Agustus lalu, jajaran kepolisian Balikpapan telah mengamankan dan menginterogasi 2 orang yang disinyalir adalah simpatisan ISIS. Termasuk barang bukti berupa sejumlah brosur yang disebarkan dan bendera ISIS. Meski demikian, lanjut Sarbini, pihaknya belum bisa menetapkan 2 orang tersebut masuk dalam gerakan ISIS.

“Awal minggu kita sudah mengamankan dan interogasi 2 orang yang disinyalir simpatisan. Termasuk bukti dia menyebarkan dokumen ISIS termasuk benderanya,” ungkap Sarbini dalam Silaturahim MUI dan Ormas Islam Kota Balikpapan dalam pencegahan gerakan gerakan ISIS, bertempat Hotel Pasific, Sabtu, (9/8) malam.

Lebih jauh Sarbini menuturkan, pihak kepolisian menempuh 2 sikap, yakni kegiatan represif dengan melakukan tindakan tegas dan profesional bagi pelaku radikalisme. Kedua, secara reprentif dengan melakukan pemetaan ISIS di Balikpapan dengan mengutus inteligen.

“ISIS ini terorisme gaya baru. Akar dari terorisme adalah radikalisme faham yang mana saat ini mengarah pada kelompok agama tertentu, yaitu islam. Dan mereka ini mengatasnamakan jihat” ujarnya lagi.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan H. M. Kosim menginformasikan, berdasarkan informasi dari MUI Pusat pihaknya tidak akan mengeluarkan fatwa haram pelarangan ISIS. Sebab tindakan ISIS sendiri jelas menunjukan hal yang diharamkan Islam.

“Maka jangan terhasut profokasi ISIS ini. Kalau ada temuan hal-hal yang menjurus kesana, segera sampaikan pada aparat kepolisian,” harap Kosim. (*)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini