Kepala BPS Ungkap Penghambat Sensus Ekonomi

SENSUS EKONOMI FOTO

 

Balikpapan (idcfm.net)—Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan Ir. Nur Wahid ungkapkan, pendataan sensus ekonomi kerap mengalami kendala. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan Sensus Ekonomi 2006, salahsatu penghambat kegiatan sensus adalah sulitnya mendata organisasi profesi.

Selain itu, perusahaan berbentuk lembaga keuangan, menurut Nur Wahid cenderung tertutup dalam melaporkan data omzetnya.

“Kalau jumlah dan usaha dapat semua. Tapi yang menghambat misalnya kegiatan organisasi profesi, advokat, dokter dan bidan. Karena ga ada petugas yang melayani selalu ditangguhkan. Beda dengan perusahaan yang sudah dimanajemen,” ungkap Nur Wahid, dalam Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016, bertempat Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (19/04).

Berdasarkan peraturan, petugas sensus dalam mendata dilindungi oleh undang-undang. Sehingga pihaknya bisa saja memperkarakan masalah ini, karena pelaku usaha telah menolak untuk didata. Namun berdasarkan pengalaman sensus yang terjadi di Afrika, sangsi hukum bukan menjadi solusi terbaik. Karena bisa saja data yang mereka berikan adalah tidak sesuai, hanya semata untuk memenuhi kewajiban sebagai pelaku usaha yang disensus kegiatan ekonominya.

“Seperti Pilkada, bahasa Golput dalam sensus ekonomi juga menjadi kekhawatiran kami. Secara metodelogi yang agak repot ketika ada penolakan secara halus. Secara aturan memang bisa dipidana. Tapi akan lebih pas kalau pengusaha memahami itu,” imbuhnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Suharman Tabrani yang turut hadir sebagai pembicara, menuturkan sensus ekonomi 2016 juga membantu kinerja Bank Indonesia dalam menghindari dampak krisis ekonomi di Indonesia. Ia mengutarakan, ketika krisis ekonomi tahun 1997 dan 1998, pemerintah masih bisa mengandalkan sektor usaha kecil. Disamping daya serap tinggi dan juga anti krisis, usaha kecil ini lebih fleksibel karena dapat berpindah tempat dibanding usaha besar.

“Kebetulan pagi tadi saya juga membuka training manajemen keuangan UMKM. Untuk jembatani peluang usaha UMKM dan perbankan. Perbankan juga bisa tau berapa sektor yang bisa dibiayai,” kata Suharman.

Sebagai informasi, Sensus Ekonomi 2016 dilaksanakan serentak se Indonesia sepanjang Mei 2016. Di Balikpapan sendiri BPS merekrut 1.249 petugas Sensus yang mengantongi kartu tanda pengenal dan mengenakan rompi dan topi petugas sensus. Yang menjadi kriteria Sensus Ekonomi 2016 Kota Balikpapan adalah seluruh kegiatan usaha baik ekonomi bersifat profit, maupun non profit, mulai dari pelaku usaha industri rumah tangga, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

“Berdasarkan data yang ada, di Balikpapan terdapat sekitar 70.000 usaha. Namun dalam sensus ini kami  target sensus ekonomi mampu menjangkau 50.000 usaha,” Tambah Nur Wahid. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini