Kenapa Harus Istiqamah Sekolahku?

ciss-sdit-istiqamah

Nyaman: siswi kelas satu SDIT Istiqamah antusias menyambut hari pertama belajar usai libur sekolah. (Foto: Imay/ IDC FM)

 

Balikpapan (idcfm.net)— Memasuki awal semester dua Tahun Ajaran 2016/ 2017 pada Selasa (03/01/2017), SDIT Istiqamah dibawah naungan Yayasan Istiqamah Balikpapan (YIB) diisi dengan tasyakuran. Meski hanya terdiri dari 100 peserta didik, proses belajar mengajar berjalan seperti biasa dan orangtua siswa terlihat antusias mengantar anak-anaknya dan meramaikan acara tasyakuran tersebut.

“Terimakasih kepada yayasan yang kembalikan hak-hak anak kami. Kami yakin dengan tetap berada di lingkungan masjid dan dibawah naungan BDI Pertamina insha Allah membentuk karakter anak-anak kami dengan baik,” ujar Rizal, salahsatu orangtua siswa.

Rizal mengaku sempat pesimis kegiatan belajar mengajar di SDIT Istiqamah di lingkungan Masjid Istiqamah Pertamina Balikpapan ini bisa berjalan kembali. Namun berkat kerjasama guru dan orangtua siswa, maka sekolah ini dinyatakan layak untuk memulai belajar di semester dua ini.

“Kami dari orangtua siswa berharap dalam hal agama, anak-anak kami berakhlak baik, santun, salat tepat waktu dan soleh solehah. Juga paham sejarah islam, tauhid, mampu berkomunikasi dengan baik dan berjiwa kewirausahaan,” harapnya.

Senada juga dilontarkan Nurul, orangtua dari Safa yang kini duduk di bangku kelas lima. Nurul mengutarakan, Masjid adalah madrasah pertama bagi anak. Sehingga dengan memasukan anak ke SDIT Istiqamah di area masjid Istiqamah Pertamina, harapan menumbuhkan anak berakhlak islami akan terwujud.

Warga Balikpapan Baru ini menilai ruang kelas kini terlihat lebih nyaman dan sesuai standar internasional. Suasana ruang yang sejuk dan ramah, ia yakin anak-anak akan betah berada di kelas.

“Tadi setelah meninjau ruang kelas saya merasakan suasana nyaman, sejuk, ga sumpek. Apalagi dengan tiga bahasa yang diprogramkan sekolah. Saya percaya banget sekolah ini,” ujarnya antusias.

Manager SDIT Istiqamah, Hendri Munir tekankan empat hal tugas utama pengelola sekolah yang krusial, yaitu bagaimana membangun kepercayaan antar pihak terkait, bagaimana mengklarifikasi tujuan didirikannya sekolah, bagaimana menyelaraskan proses belajar mengajar dan mengasah bakat seluruh siswa.

“Kami membentuk siswa yang jujur, konsisten dan seiya sekata. Berempati kompetensi tinggi dan puncak karakter menjadikan manusia ikhlas. Puncak keberhasilan siswa diukur dari mereka melakukan hal yang benar, meski tidak ada yang lihat,” papar Hendri.

Sebagai sosok yang terlibat dalam seleksi bakal calon guru SDIT Istiqamah, Hendri mempertimbangkan sejumlah hal. Selain kompetensi, bakat dan menyukai anak, adalah syarat untuk bisa mengajar di sekolah islam pertama di Balikpapan ini. Dalam proses rekruitmen, sejumlah tahapan seleksi pun dilakukan.

“Ada yang pintar tapi ga bakat jadi guru. Itu tergambar dalam proses rekruitmen. Kita monitor semuanya. Kompetensinya cukup ketat, potensi akademik, psikologi. Namun yang sangat kita pentingkan adalah bakat mereka menjadi guru,” imbuhnya.

Ketua YIB Syarif Hidayat menambahkan, untuk menuju sekolah paling terpercaya dalam mencetak siswa islami, yayasan berupaya membentuk karakter peserta didik untuk menjaga kultur islami. Peserta didik juga disiapkan mampu berpikir secara intelektual dan menjadi warga masyarakat bertanggungjawab.

Untuk itu, yayasan melengkapi sarana penunjang, salahsatunya ruang makan di lantai dua. Ruang makan didesain dengan suasana tenang, bersih dan sehat. Kantin yang ada dipastikan bebas empat P yaitu bebas pewarna, bebas penyedap, bebas perasa dan bebas pengawet. Sehingga makanan yang dikonsumsi anak-anak lebih terjaga.

“Kegigihan orangtua luar biasa bisa menyulap sekolah ini diluar eksektasi kita semua. Infrastruktur kita lengkapi semua dengan bantuan orangtua. Sekolah ini harus lebih baik dari sebelumnya,” kata Syarif menekankan.

Kantin Kejujuran, selanjutnya juga menjadi program dari pengurus SDIT Istiqamah. Kantin Kejujuran adalah program yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun kenyataannya hampir gagal seluruhnya. Sehingga kantin kejujuran ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik SDIT Istiqamah.

Untuk mencetak generasi qurani, sekolah ini juga targetkan peserta didik bisa menghafal Al-Quran minimal tiga Juz hingga lulus SD. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini