Kapolda Desak Polres Tuntaskan Jaringan Peredaran Narkoba

polres

Balikpapan (idcfm.net)--Polres Balikpapan ungkap terjadi kenaikan pengedar narkoba tahun 2015 ini jika dibanding tahun 2014, sebanyak 21 persen.

 

Kapolres Balikpapan AKBP Jeffry Dian Yuniarta, merincikan tahun 2014 pengedar narkoba yang berhasil dibekuk berjumlah 205 orang, tahun ini naik menjadi 243 orang. Menurutnya peningkatan ini dipengaruhi sejumlah faktor, diantaranya kondisi ekonomi, mencari jalan singkat untuk mendpatkan uang dan dikarenakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun, untuk pengguna narkoba sendiri, kata Jefry, menunjukan trend menurun hingga 25,9 persen. Disebutkan tahun 2014 temuan pengguna narkoba 58 orang, sedangkan tahun 2015 turun 43 orang.

 

“Pelaku pengedar didominasi warga Balikpapan daripada pendatang. Berdasarkan penyelidikan, pengedar Narkoba menciptakan TKP sendiri dalam aksinya,” ujar Jefry didampingi Kasat Resnarkoba Polres Balikpapan AKP Ricky Nelson Purba, pada Rabu (30/12).

 

Adapun barang bukti narkoba yang diamankan sepanjang tahun 2015 ini, tambah Jefry, berupa ganja sebanyak 1,9 Kg, Psikotropika jenis sabu 475 gram, ekstasi 54 butir, double L atau pil koplo 90.142 butir.

 

Terpisah, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin sebutkan dari 13 Satwil Polres dan Polresta yang ada, terjadi peningkatan tindak pidana narkoba 78 persen. Disebutkan tahun 2014 ditemukan 906 kasus, namun di tahun 2015 naik menjadi 1.187 kasus. Dari 13 satwil tersebut, Polresta menduduki peringkat teratas dengan 286 kasus, menyusul Balikpapan 240 kasus dan Kukar 150 Kasus.

 

Kapolda Safaruddin tegaskan ia telah targetkan pada seluruh Polres di wilayah kaltim dan Kaltara, untuk mengungkap jaringan Narkoba. Karena kasus ini sudah masuk dalam ranah internasional. Bahkan ia tegaskan, tidak pilih kasih dalam menindak pelaku pengedar, meski pelaku tersebut adalah anggota kepolisian berpangkat tinggi sekalipun.

 

“Ga ada Kompromi, meski itu anggota kepolisian. Seluruh polres saya target ungkap kasus Narkoba. Ini adalah masalah nasional, masalah internasional. Kalau ini dibiarkan bagaimana nanti masa depan anak-anak kita,” tegasnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini