Jokowi: Ketahuan Merokok, Bansos Akan Dicabut

?????????????

foto: Imay/ IDC FM

Balikpapan (idcfm.net)-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara simbolis resmikan penyaluran 4 program bantuan sosial untuk Provinsi Kalimantan Timur. Bantuan sosial (Bansos) tersebut berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar, Kartu Disabilitas, Kartu Lanjut Usia dan Beras Sejahtera. Yang mana penyerahan tersebut secara simbolis dilaksanakan bertempat Asrama Embarkasi Haji, Batakan, Balikpapan Timur pada Kamis (24/03) siang.
Dalam sambutannya, presiden jokowi ingatkan penerima program bantuan untuk tidak menyalahgunaan bantuan tersebut. Seperti untuk membeli pulsa dan membeli rokok. Ia tekankan jika kedapatan penerima tersebut menyalahi bantuan yang ada, dipastikan kartunya akan dicabut.
“Saya titip uangnya dipakai sebagaimana mestinya. Tidak boleh misalnya untuk beki pulsa, dipakai suaminya beli rokok tidak boleh. Udah dibantu malah belikan rokok, tambah penyakit. Kalau ketauan nanti kartu Bansosnya dicabut,” ujar Jokowi.
Terkait hal itu, Jokowi menugaskan para pendamping penerima PKH untuk rutin memonitor di lapangan. Sebagaimana diketahui, untuk satu pendamping, mengkoordinir 150 hingga 200 keluarha penerima PKH. Pendamping ini juga yang nantinya bisa memutuskan, apakah warga tersebut layak menerima Bansos atau tidak.

“Disini ada pendamping kan bisa diliat nanti dananya digunakan untuk apa. semoga ekonomi kita kedepan akan lebih baik lagi,” tambahnya.

?????????????

Foto: Imay/ IDC FM

Sementara itu, Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan penerima program PKH untuk Kalimantan Timur menjangkau 15 Persen dari total penerima se Indonesia yang berjumlah 3,5 juta keluarga. Besaran dana PKH yang dialokasikan untuk tahun ini mencapai Rp. 3,15 Triliun. Adaoun PKH untuk ibu hamil dan memiliki bayi balita, bantuan PKH nya naik Rp. 200 ribu dibanding tahun 2015.
“Penerima PKH masing-masing 500 ribu cair di maret ini. Untuk yang hamil atau punya bayi balita dapat 1,2 juta, tahun 2015 1 juta rupiah. Ini maintenan kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi balita. Semua cair empat kali setahun,” sebut Khofifah kepada wartawan, disela-sela kegiatan penyerahan bansos.
Berdasarkan  data dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, penerima program PKH untuk Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 96 Kecamatan atau 20.871 keluarga dengan total jumlah bantuan Rp. 44.227.390.000. Adapun penerima program PKH di Kota Balikpapan berada diurutan ke empat dari 10 kabupaten kota yang menerima bantuan, atau berjumlah 2.102 Keluarga dengan jumlah bantuan tahun 2016 sebesar Rp. 4.666.250.000. Tahap I triwulan pertama 2016 sebesar Rp. 1.954.812.500.
Sementara penerima Bantuan Beras Sejahtera di Provinsi Kaltim tahun 2016 terdapat 120.833 keluarga dengan pagu sejahtera yang akan di distribusikan mencapai 21.749.940 Kg. Program bantuan beras ini jumlah penerima terbanyak adalah Kutai Kartanegara dengan 28.700 keluarga, menyusul Paser 16.231 keluarga dan Samarinda 15.976 keluarga. Balikpapan sendiri menduduki urutan kelima yaitu 10.625 keluarga dan paling sedikit atau urutan ke-10 adalah Mahakam Hulu 1.958 keluarga.
Adapun Penerima Kartu Lanjut Usia di Provinsi Kaltim berjumlah 690 orang dengan total yang diterima penerima dalam satu tahun mencapai Rp. 2.400.000. Sementara untuk penerima Kartu Disabilitas berjumlah 205 orang dengan total dana bantuan yang diterima dalam satu tahun sebesar Rp. 3.600.000. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini