Jabatan dan Menanam Pohon

sambutan-rizal

Walikota Rizal saat menyampaikan sambutan dalam Puncak Acara Hari Penanaman Pohon Indonesia dan Bulan menanam nasional di Balikpapan Islamic Center pada Jumat (09/12). (foto: Imay/ IDC FM)

Balikpapan (idcfm.net)—Ada yang menarik dari pernyataan yang dilontarkan Walikota Balikpapan Rizal Effendi, ketika menyampaikan sambutan dalam acara Puncak Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) bertempat Ruang Terbuka Hijau Balikpapan Islamic Center pada Jumat (09/12) pagi.

Dalam sambutannya dikatakan, mutasi pegawai dilingkungan Pemkot Balikpapan akan dilakukan dalam waktu dekat. Perombakan posisi jabatan ini selain untuk penyegaran, juga mengisi jabatan struktural di dinas baru yang baru saja terbentuk.

Walikota Rizal tidak merincikan dinas mana saja yang akan dilakukan pergantian kepala SKPD dan nama-nama yang akan menjabat di dinas baru. Namun Rizal mengajukan syarat, penentuan posisi pejabat dilihat dari berapa banyak bibit pohon yang ia tanam.

“Tata organisasi pejabatnya akan dirubah. Ada organisasi baru yang bergabung dan ada yang berpisah. Syaratnya berapa banyak dia menanam pohon. Kalau ga suka, ga usah jadi kepala dinas,” ujar Walikota Rizal dan disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Walikota Rizal mengatakan, kesadaran masyarakat secara nasional untuk merawat pohon masih belum maksimal. Di Balikpapan kepedulian lingkungan dengan metode penghijauan tersebut mendapat dukungan dari KUA dan kantor lurah. Dukungannya berupa mewajibkan sumbangan bibit pohon ketika mengurus administrasi.

Hanya saja, kemauan untuk merawat dan membesarkan tanaman, dirasa belum maksimal. Selain itu harga bibit pohon yang sudah mulai tumbuh bisa mencapai Rp.200.000, sehingga masih ada yang enggan untuk mengikuti program penghijauan tersebut.

“Kita ini semangat tanamnya saja. Kalau tanamannya tumbuh Alhamdulillah. Kalau mati ya udah memang udah nasibnya. Makanya sekarang ada program ayah asuh, supaya bertanggungjawab atas tanamannya,” ujarnya lagi.

“Zaman Kepala dinas pertanian pak Chaidar, resepsi pernikahan anaknya, seouvenirnya pohon, bibit durian. Jadi kalau lulus ujian atau ulangtahun pernikahan ditandai lah dengan menanam pohon, atau menghadiahkan pohon. Kita bersama BLH membuat taman kebahagiaan. Taman ini untuk pasangan yang mau menikah bisa tanam pohon disana,” imbuhnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini