Instruksi Pusat, Pemda Wajib Amankan Harga Minyak Makan, Gula Pasir dan Daging Beku

IMG20170515114506Sangatta – Menjadi hal yang lumrah menjelang puasa dan lebaran Idul Fitri dan Idul Adha 1438 hijriah, terjadi peningkatan sejumlah barang-barang kebutuhan pokok. Seperti gula pasir, minyak makan, serta komoditas kebutuhan pokok lainnya. Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga-harga kebutuhan pokok tersebut, pemerintah pusat langsung menerapkan estimasi harga jual tertinggi sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dianggap krusial di masyarakat. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kutai Timur, Edward Azran, saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) kelancaran jalur distribusi, harga dan stock bahan kebutuhan pokok dan barang strategis menjelang puasa dan lebaran Idul Fitri dan Idul Adha 1438 Hijriah dan Rakor persiapan gerai maritim tahun 2017, pagi tadi, di ruang Damar Gedung Serba Guna Kantor Pemerintahan Kutim di Bukit Pelangi, Sangatta.

“Secara nasional ada kewajiban dari pemerintah daerah untuk memantau, mengendalikan dan menjaga agar harga-harga bahan kebutuhan pokok utama tidak terjadi kenaikan. Terutama bagi ketiga bahan kebutuhan pokok, yakni gula pasir, minyak makan dan daging beku. Harga ketiga bahan pokok ini akan dikendalikan sesuai selling price atau harga jual nasional”, terangnya kepada wartawan.

Lanjut Edward, daging beku tidak boleh dijual lebih dari harga Rp 80 ribu rupiah perkilonya. Sementara minyak makan tidak bolah dijual lebih dari Rp 11 ribu perkilo dan untuk gula pasir tidak boleh dijual lebih dari Rp 12.500 perkilonya. Ketiga bahan pokok ini memang menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat jika dibanding dengan komoditas kebutuhan pokok lainnya dalam 19 bahan kebutuhan pokok. Jika ketiga bahan pokok tersebut terjadi gejolak harga maka diyakini akan menimbulkan permasalahan serius jika tidak dikendalikan. Karenanya pemerintah Kutai Timur akan memastikan pengawasan, pengendalian dan menjaga agar harga seluruh bahan-bahan kebutuhan pokok tetap aman dari pusat hingga ke tingkat desa, terutama bagi ketiga komoditas bahan pokok tersebut.

Lebih jauh, dalam rakor yang juga dihadiri perwakilan pedagang agen dan pengecer sembako di Kutai Timur tersebut, Edward juga mengingatkan bahwa semua pihak wajib ambil bagian dalam upaya pengendalian, pengawasan dan menjaga agar tidak ada permainan agen dan pedagang di lapangan yang kemudian bisa menimbuklan gejolak harga jual di pasaran. Jika nantinya di lapangan diketahui ada upaya penimbunan bahan pokok yang dilakukan oleh pedagang maka pemerintah tidak akan tinggal diam, tentu akan dilakukan tindakan dan sanksi tegas.(Ibnu Djuraid – idcfm.net)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini