Ini Alasan PNS Dilarang Tambah Cuti Lebaran

20170613_034325

PENAJAM – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Penajam Paser Utara meminta kepada PNS untuk tidak menambah cuti tahunan pada saat Idul Fitri 1438 H mendatang. Hal itu berdasarkan surat imbauan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Kemenpan RB, yang dikeluarkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia.

“Intinya sebelum dan sesudah (Idul Fitri), kan nanti ada cuti bersama satu minggu, ya sudah dikasih waktu libur seminggu itu kan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten PPU, Surodal Santoso, Selasa (13/06).

Ia mengatakan, surat edaran terkait larangan mengambil cuti saat lebaran sudah dikirim ke masing masing SKPD. Selanjutnya, pimpinan SKPD menindaklanjuti dengan tidak memberikan rekomendasi cuti kepada bawahanya.

“Suratnya sudah kita edarkan awal puasa kemarin, malah sejak hari kedua puasa. Kita harapkan himbauan Menpan RB ini dipatuhi,” ungkapnya.

Himbauan untuk tidak mengambil cuti selama lebaran tahun ini dikarenakan cuti bersama yang diberikan pemerintah pusat sudah cukup lama. Dimana pada Idul Fitri mendatang, PNS diberikan 4 hari cuti bersama. Sehingga dipastikan mendapat libur selama satu minggu.

“Yang jelas kewajiban kita melaporkan absensi ke kemenpan. Sanksinya kita serahkan ke pimpinan SKPD masing masing, ya kita harapkan ngga ada yang ngambil (cuti) gitu aja,” jelas Surodal.

Tidak diizinkanya pegawai ASN mengambil cuti pada hari raya nanti juga dikarenakan cuti bersama yang diberikan tidak mengurangi jatah cuti tahunan PNS, yakni sebanyak 12 hari. Hal tersebut diatur dalam peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang cuti pegawai ASN. Kendati demikian, larangan cuti pada saat Idul Fitri tidak berlaku bagi pegawai yang bekerja di bidang pelayanan seperti rumah sakit yang tetap bertugas selama cuti bersama. (Kominfo)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini