Indonesia Mandiri Energi Pada Tahun 2023

20160609_111930

 

Balikpapan (idcfm.net)— Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi berpandangan pada akhir tahun 2023, adalah era mandiri pasokan BBM di Indonesia. Dengan pertimbangan kegiatan Refinery Develompent Masterplan Program (RDMP) pada 5 kilang di Indonesia bisa rampung tepat waktu. Termasuk pengadaan dua kilang baru yang saat ini mempertimbangkan lokasi berdasarkan kondisi dan populasi penduduknya.

“Sebetulnya era mandiri pasokan BBM terjadi di indonesia akhir 2023. Dengan kajian ekonomi Indonesia mudah-mudahan ga meleset ga perlu lagi impor BBM,” ujar Hardadi saat Jumpa Pers di Balikpapan pada Kamis (09/06).

Hardadi juga memastikan Pertamina adalah perusahaan yang sangat kompeten dan kapabel dalam operasikan kilang. Sehingga posisi Indonesia menjadi sangat kuat, karena selain konsumsi masyarakat yang tinggi, juga ditunjang kemampuan produksi yang besar.

“Bilamana kapasitas kilang berlebih, saatnya Indonesia pertimbangkan lakukan ekspor di Asean,” ujarnya lagi.

Kapasitas kilang minyak di Indonesia saat ini hanya sekitar 900.000 barel per hari (bph). Padahal, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional mencapai 1,6 juta bph. Akibatnya, Indonesia sangat bergantung pada impor BBM. Untuk itu secara bertahap pertamina melakukan RDMP tahap pertama adalah RU V Balikpapan, ketika di tahun 2019 rampung, kapasitas kilang bertambah menjadi 1,1 juta bph.

Selanjutnya Kapasitas Kilang Tuban di tahun 2021 bertambah 300 ribu bph; RU IV Cilacap hasil join Pertamina (55 %) dengan Saudi Aramco (45%) tahun 2022 menghasilkan 370 bph; Refinery Unit II Dumai, RDMP Refinery Unit VI Balongan, dan GRR East 1 Bontang di tahun 2023 masing-masing menghasilkan 300 bph.

“Dengan adanya tambahan-tambahan dari RDMP tersebut totalnya menjadi 2 juta barel per hari. untuk yang RU empat Cilacap penambahannya hanya 20 barel. Namun konfersi produk meningkat dari premium ke produk pertamax dan pertalite,” urai Hardadi.

Adapun rencana pembangunan dua kilang baru, akan terealisasi di tahun 2025 – 2030. Sejumlah pertimbangan adalah lokasi, demografi dan kemampuan suplay disekitarnya. Beberapa usulan yang diterima antara lain wilayah Karimun, Riau dan Sumbawa di Lombok. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini