HTI Antisipasi Kadernya Bergabung Dalam Radikal ISIS

hti

 

Balikpapan—Juru Bicara HTI Ismail Yusanto memastikan, Gerakan ISIS yang belakangan ini meresahkan masyarakat Indonesia, adalah gerakan yang tidak memenuhi syariat. Sehingga pihaknya pun menyampaikan pada kader dan jamaah HTI untuk tidak bergabung dalam gerakan radikal ISIS.

Meskipun ISIS juga memperjuangkan dan mengkampanyekan terbentuknya negara Khilafah seperti halnya dengan HTI, namun Ismail menegaskan hal itu berbeda. Sebab ISIS belum memenuhi 4 syarat sekaligus, yaitu menguasai wilayah otonom, keamanan ditangan kaum muslimin, menerapkan syariat islam secara kaffah dan khalifah yang diangkat memenuhi syarat pengangkatan.

“HTI tegas menolak keabsahan Khilafah oleh ISIS karena tidak memenuhi 4 syarat sekaligus itu. Bisa saja Abu Bakar Al-Baghdad di baiat milisinya, tapi bukan kaum muslim di wilayah itu,” terang Ismail kepada IDCFM, usai kegiatan Liqo’ Syawal HTI 1435 Hijriah di Hotel New Benakutai Balikpapan, Sabtu (23/8) siang.

Gerakan ISIS yang mengusung Khilafah seperti halnya HTI, menurut Ismail tidak merugikan gerakan HTI yang telah terbentuk sejak  1953 tersebut. Sebab dengan demikian masyarakat akan semakin mencari tau apa yang dimaksud dengan Khilafah.

Sebagai informasi kegiatan Liqo’ Syawal HTI Balikpapan sendiri dihadiri sedikitnya 800 undangan yang terdiri dari  tokoh ulama, Asatidz dan tokoh masyarakat. Adapun tema yang diusung yaitu Indonesia Milik Allah, terapkan Hukum Allah. Saatnya Khilafah Menggantikan demokrasi dan Sistem Ekonomi Liberal. (*)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini