Forum Zakat Nasional Kritisi Uji Materi UU 23 Tahun 2011

 

Balikpapan (idcfm.net)—Forum Zakat Kalimantan Timur menggelar diskusi publik, terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi undang undang nomor 23 tahun 2011 tertanggal 31 Oktober 2013. Yang mana dari sekian uji materi yang diajukan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ), pasal 18, a dan b mengatur Kriteria ormas untuk LAZ boleh memiliki lembaga atau badan hukum dan pasal 38, 41 tentang amil dan takmir dibolehkan karena kapasitas Negara dan Baznas yang masih terbatas di kabulkan oleh MK. Sementara pasal 5,6,7 tentang kelembagaan BAZNAS Positioning dan kelembagaan LAZ yang dinilai mendiskriminasi LAZ dan subordinasi LAZ ditolak oleh MK.

Ketua Umum Forum Zakat Nasional Sri Adi Bramasetia menjelaskan, dengan demikian kedepan, pengawasan dan operasional zakat yang selama ini bisa dilakukan oleh seluruh LAZ, nantinya hanya dilakukan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) yang merupakan milik pemerintah. Disamping itu, masing masing kabupaten kota hanya ada 1 LAZ dan itu pun harus mengantongi izin dari kantor kementrian agama setempat.

Sri Adi menuturkan, Perubahan struktur tersebut akan diperkuat lagi dengan Peraturan Pemerintah (PP) yang tinggal menunggu pengesahan dari Presiden SBY. Sehingga ia pun mengimbau kepada seluruh anggota LAZ segera mengurus perizinan undang undang ormas nomor 17 tahun 2012, sembari terus bekerja seperti sedia kala.

Sementara itu, Peneliti Senior Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Yusuf Wibisono berpandangan MK telah gagal dalam membentuk regulator dunia zakat yang kuat dan kredibel. MK mengedepankan dikotomi dan diskriminasi dalam undang undang seolah pengelolaan zakat adalah milik pemerintah.

Keputusan MK juga berpotensi melanggar pasal 28 H angka 2 UUD 45 bahwa setiap orang mendapat kemudahan untuk memperoleh kesempatan yang sama guna mencapai keadilan dan persamaan.

Padahal, lanjut Yusuf, pada tahun 2010 LAZ nasional dan daerah rata rata menghimpun 15,9 milyar pertahun, atau 9 kali lipat dari BAZ tingkat pusat dan daerah yang rata sata menghimpun 1,8 milyar per tahun. Bahkan konerja BAZ yang kini meningkat, justru merupakan akibat terpapar persaingan langsung dengan LAZ.

Sebagai informasi diskusi public ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari pengelola BAZDA, Pengelola LAZ Daerah, Pengelola Zakat Perseorangan, Akademisi dan MAsyarakat Umum.(Imay S.)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini