Dua Bumbu Masakan di Solaria Positif Tidak Halal

Balikpapan (idcfm)—Dua bumbu masakan di Restoran Solaria di Balikpapan diketahui positif mengandung babi. Hal ini diketahui ketika Tim Gabungan Operasional razia Daging Ilegal menyambangi restoran tersebut pada Senin pagi dan langsung melakukan uji sampel di tempat.

positif

hasil uji sampel yang menyatakan bumbu di Restoran Solaria, The Plaza Balikpapan, positif mengandung babi. (ist)

Dari 20 sampel yang ada, tim yang terdiri dari unsur MUI, LP Pom Provinsi, kepolisian dan dinas pertanian kota Balikpapan tersebut mengambil 8 sampel yang diuji. Dari hasil uji sampel selama 1 jam tersebut, terbukti 2 sampel yang ada mengandung bahan makanan non halal. Keduanya ada pada bumbu campur dan bumbu perendam ayam.

“Kami sudah di lokasi mulai jam 8 pagi, saat belum buka. Tidak ada penolakan dari karyawan karena sebelum kami melakukan uji sampel kami memberi penjelasan. Karyawan juga ikut menyaksikan uji sampel cepat itu,” terang Sekretaris Umum MUI Balikpapan, Drs H M Jailani MSi pada Senin (23/11).

 

Djailani mengayangkan atas temuan sejumlah bumbu masakan non halal tersebut. Sebab restoran yang berada di The Plaza Balikpapan ini telah mengantongi Sertifikat Halal dari LP POM Pusat di tahun 2014. Yang mana masa berlaku sertifikasi halal adalah dua tahun. Terkait hal itu, berita acara hasil uji lab tersebut selanjutnya diserahkan ke LP POm Pusat, dengan tebusan ke Walikota Balikpapan.

“Kalau dibenarkan berdasarkan penelitian, tentu LP POM Pusat ga main-main karena itu pelanggaran. Bisa dicabut labelisasi halalnya, ga dikasi toleransi,” tegasnya.

Jailani mengatakan aksi ini untuk memberi jaminan perlindungan konsumen. Disamping juga menjadi pelajaran bagi restoran dan rumah makan untuk segera mengurus sertifikat halal dan tidak menyalahi ketetapan tersebut. (baca juga babi dan produk haram turunan, red). Posisi MUI sendiri adalah mendukung hasil dari survey tersebut dan memutuskan bahwa bumbu masakan yang terbukti positif tersebut adalah tidak halal.

 

“Imbauan kami untuk umat Islam khususnya, kalau dinyatakan tidak halal ya tentu harus dihentikan untuk makan disitu. Jangan pura-pura tidak tau karena ada makanan yang disukainya disitu,” imbuhnya.

Terpisah, salahsatu Tim Gabungan Operasional Razia Daging Ilegal yang enggan namanya dipublikasika , peralatan yang digunakan saat uji sampel cepat berasal dari Lab UPTD Keswan dan Kesmafet Provinsi Kaltim. Pemeriksaan dilakukan secara kualitatif dengan teknik rapitest di tempat.

Ia juga mengatakan seluruh sampel yang ada, termasuk 2 sampel yang positif tidak halal tadi, selanjutnya dikirimkan ke LP POM pusat sebagai bukti dan untuk di uji sampel kembali.

“Uji sampel dari jam 10 sampai jam 11. Karena keterbatasan, kami hanya uji sampel 8 bumbu. Tapi 20 sampel yang ada kami kirim ke LP POM Pusat untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Imy)

 

 

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini