DJP Kaltim Ingatkan Bayar Pajak

foto talkshow pajak 2

DJP Kaltim saat Talkshow pajak di IDC FM Balikpapan pada Rabu (31/12). (Imay S./IDC FM)

Balikpapan (idcfm.net)—Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kaltim ingatkan para wajib pajak, khususnya pajak pribadi untuk menyampaikan SPT Tahunan. Pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Pribadi diharuskan melapor paling lambat akhir Maret 2015.

Kepala Seksi Humas Kanwil DJP Kaltim Priyo Santoso menjelaskan, penyampaian SPT Tahunan terdiri dari 5 cara, yaitu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdaftar, KPP terdekat (untuk yang berada diluar daerah), Drop Box yang ditempatkan di fasilitas umum, Kantor Pos dan e-Filling. E-filling sendiri adalah cara baru pelaporan SPT Tahunan yang diluncurkan untuk pelaporan pajak tahun 2013.

Priyo menerangkan, Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan format baru untuk SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Sangat Sederhana atau biasa disingkat 1770 SS. Formulir ini untuk pegawai dengan penghasilan kotor setahunnya kurang dari Rp. 60 juta. Sementara Formulir 1770 S, untuk pegawai berpenghasilan diatas Rp. 60 juta dalam setahun.

“1770 SS itu cukup sederhana dan hanya terdiri dari 2 lembar.  Formulir ini untuk pegawai berpenghasilan kotor dibawah 60 juta dan tidak mempunyai penghasilan lain, terang Priyo saat mengisi Talkshow Pajak di IDCFM Balikpapan pada Rabu (31/12) pagi.

 

Target 2 juta Pengguna e-Filling

Sementara itu, Pelaksana Seksi Bimbingan Penyuluhan Kanwil DJP Kaltim, Agus Sugianto menyampaikan, secara nasional pihaknya target laporan e-Filling dalam laporan pajak 2014 mencapai 2 juta pengguna. Target ini lebih tinggi dibanding jumlah laporan pajak dengan e-Filling 2013 yang berjumlah 1 juta penguna.

“Makanya kami gencarkan ini. Caranya cukup mudah kok, tinggal datang ke KPP terdekat untuk ambil efin dan yang penting wajib pajak harus punya email,” kata Agus.

Agus menuturkan, pelaporan pajak dengan e-Filling memiliki keunggulan dibanding pelaporan dengan cara manual. Wajib pajak tidak harus mengantri di KPP dan kantor pos untuk menyampaikan SPT Tahunan, hemat waktu, meminimalisir kesalahan dalam pengisian dan mengurangi pemakaian kertas sehingga lebih ramah lingkungan.  Bahkan ketika listrik padam saat kita tengah mengisi formulir dalam e-Filling, data tersebut secara otomatis tersimpan dan bisa dilanjutkan lagi ketika listrik sudah kembali hidup.

“Keunggulan lain yang juga harus wajib pajak ketahui, ketika  laporan 2015 isinya masih sama dengan 2014, wajib pajak cukup melakukan perubahan sedikit dan mengganti tanggalnya saja. Bisa hemat waktu,” tandasnya lagi. (Imay S.)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini