Dirjen Migas Berjanji Rapikan Bekas Galian Pipa Jargas

jargas

Dirjen Migas Kementrian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Nyoman didampingi Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud dan GM PT Pertamina MOR VI Kalimantan M. Irfan, saat meninjau proyek jargas pada Jumat (16/09). (Foto: Imay/ IDC FM

 

Balikpapan (idcfm.net)—Progres pemasangan pipa jaringan gas (Jargas) pada tiga kelurahan di Kecamatan Balikpapan tengah kini menjangkau 67,89 persen.  Tiga kelurahan yang dimaksud adalah Karang Rejo, Karang Jati dan Sumber Rejo. Diharapkan pada pertengahan Oktober 2016, kegiatan yang dilaksanakan sejak Maret 2016 ini bisa rampung dan dipergunakan.

“Dari sekitar 4000 rumah tangga itu ada sembilan sektor dan progress sekarang 67,89 persen. Pertengahan oktober gas diisikan dan udah ngalir ke rumah tangga,” ujar Dirjen Migas Kementrian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja, ketika meninjau SPBG Muara Rapak Balikpapan, Jumat (16/09) siang. Peninjauan ini, Nyoman didampingi Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud dan GM PT Pertamina MOR VI Kalimantan M. Irfan.

jargas-meteran

Meteran Jargas. (Foto: Imay/ IDC FM)

Menanggapi keluhan warga tentang bekas galian pipa yang tidak menutup sempurna dan menyisakan becek ketika hujan, Nyoman mengaku akan menindaklanjuti hal tersebut. Ia memastikan seiring dengan rampungnya proyek pemasangan Jargas, bekas galian Jargas akan dirapikan kembali.

“Setelah gas terisi, akhir Oktober kami rapikan bekas galian itu. Saya yakin PT Nindya Karya sebagai pemegang proyek ini sangat berpengalaman dibidang infrastruktur,” tekannya.

Sementara itu, menanggapi kekhawatiran jika Jargas bocor dan mengeluarkan gas, kembali Nyoman meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Ketersediaan Jargas adalah gas jenis C1 dengan tekanan hanya 0,3 bar. Jika terjadi ledakan, efek api yang ditimbulkan hanya sebesar mantikan korek api.

Berbeda halnya dengan Gas LPG dengan gas jenis C3 dan C3. Tekanan yang ditimbulkan mencapai lima bar hingga tujuh bar. Sehingga tekanannya cukup kuat terhadap atmosfer.

“Tekanannya kalau bocor ga meledak. Dia setara korek api dimantik. Kalau LPG tekanannya 7 bar sampai ke atmosfer. Namun sosialisasi tetap dilakukan terus menerus agar masyarakat tidak perlu panik,” tambahnya.

Kata Nyoman menjelaskan, dengan beralih menggunakan Jargas sebagai bahan bakar memasak, mampu menekan inflasi. Ia mencontohkan, satu rumah tangga mengisi ulang LPG ukuran tiga Kg sebanyak tiga kali setiap bulan, atau mengeluarkan uang sebesar Rp. 54.000. sementara dengan Jargas bisa hemat 40 hingga 50 persen, atau pelanggan cukup membayar pemakaian sekitar Rp. 30 ribu. Sehingga Jargas juga baik digunakan oleh pelaku industri kecil.

“Plus hemat bensin, ga perlu naik motor hujan-hujan buat beli gas. Dari sisi kenyamanan jelas dan harga apa lagi industri kecil,” tuturnya lagi.

Berkaitan dengan penggunaan bahan bakar gas, kini 150 kendaraan dinas pemerintah kota Balikpapan telah di konverter kit BBG. BBG Jenis Compressed Natural Gas (CNG) ini dijadikan sebagai alternative bahan bakar kendaraan, selain BBM. Dengan demikian dalam mobil kendaraan dinas tersebut terdapat dua tangki fuel yang bisa digunakan secara bergantian.

“Namanya mobil dua fuel. Kita harapkan kedepan seiring dengan beroperasinya tiga SBPG di Balikpapan, pengguna BBG semakin meningkat, termasuk transportasi umum dan industri. Apalagi kota Balikpapan kan penghasil Migas. Sudah selayaknya digunakan di Balikpapan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud, menyambut baik langkah pemerintah pusat, memilih Balikpapan sebagai pioneer program BBG dan Jargas. Menurutnya, dengan peralihan tersebut bisa menekan inflasi kota.

Pengusaha galangan kapal ini pun berharap kementrian ESDM menambah kuota penerima Jargas sebanyak 10 ribu rumah tangga di tahun 2017.

“InsyaAllah yang nunggu ada 10 ribu orang. Kami berharap tahun depan mencukupi. Kami juga berharap pemerintah kota melalui Perusda juga dilibatkan,” harap Rahmad.

Daya tempuh satu liter BBG CNG dipastikan setara dengan satu liter BBM jenis Pertamax. Bahkan harganya jauh lebih ekonomis Rp.3100/ liter, dibandingkan Pertamax Rp.7500/ liter.

“Mudah-mudahan kota Balikpapan semakin bersih. Dari green city menjadi smart city kalaus ebagian besar pakai gas,” pungkasnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini