Dexlite, Menuju Standar Emisi Euro 4

 

?????????????

 

Balikpapan (idcfm.net)—Produk Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina terbaru untuk kendaraan bermesin diesel Dexlite, mendapat respon positif sejak diluncurkan pada akhir April lalu. Secara nasional, produk solar non subsidi tersebut berhasil mengalihkan konsumen solar bersubsidi sebanyak 15 persen. Saat ini satu SPBU berhasil menjual Dexlite antara 4 sampai 5 Kilo Liter, dengan konsumen terbanyak adalah kendaraan pribadi, truk dan kendaraan berat lainnya.

“Saya cerita aja. Pertalite dibulan ke lima naik 4 kali dari 3100 KL menjadi 12100 KL. Pertamax dalam lima bulan dari 7100 menjadi 13700 KL. Dexlite, belum sampai dua bulan penjualan langsung bisa mengalihkan konsumsi solar 15 persen. Lebih cepat dari Pertalite hanya 3 KL, Dexlite udah 4 sampai 5 KL satu SPBU,” terang Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, didampingi GM Pertamina MOR VI Kalimantan Mohammad Irfan, saat meresmikan penjualan Dexlite di SPBU COCO 61.761.02 Sepinggan Balikpapan Kaltim, pada Kamis (16/06) malam.

Saat ini Dexlite tersedia di 3 SPBU wilayah Balikpapan dan dijual dengan harga Rp.6800 per liter.  Produk Dexlite memiliki spesifikasi, kualitas dan harga diantara Pertamina Dex dan Solar. Bambang merincikan, Dexlite memiliki angka cetana 51, yang lebih tinggi dari solar yang hanya memiliki angka cetana 48 dan kandungan sulfur pada Dexlite hanya maksimum 1.200 ppm. Dibandingkan solar yang maksmimum 2.000 ppm. Dengan karakteristik ini, produk Dexlite disarankan untuk kendaraan diesel modern seperti Toyota Kijang Innova Diesel, Izusu Phanter dan kendaraan-kendaraan double cabin 4 x 4.

“Dexlite pilih Kalimantan dan Balikpapan karena konsumsi pertarungannya di Industri cukup besar. Saya berharap di pasar umum, kapal industri juga kapal nelayan, menggunakan Dexlite. Kita targetkan 10 persen konsumen Dexlite adalah dari nelayan,” imbuh Bambang.

Pria Lulusan Program Magister Manajemen Industri, Universitas Indonesia Tahun 1999 ini berujar kehadiran Dexlite, bagian dari persiapan Indonesia menaikan standar emisi kendaraannya menjadi EURO 4, dari yang saat ini masih di EURO 2. Dikatakan untuk menuju EURO 4 kualitas BBM dituntut memiliki kandungan sulfur 50 ppm. Sementara kandungan solar di Indonesia termasuk tertinggi didunia, yaitu diatas 3.000 ppm. Kehadiran Dexlite, Pertamina mampu menekan hingga batas maksimum 1200 ppm, yang selanjutnya di set up agar kendaraan tetap bertenaga, hemat BBM dan ramah lingkungan.

“Didunia ini hanya 3 negara, termasuk Indonesia yang punya kandungan sulfur diatas 3000. EURO 4 nuntuk 50 sulfurnya. Kita geser dulu dari 3500 ke 1000 maksimum 1200. Kalau Pertamina DEX 300. Jadi kita sudah punya masterplan kapan masuk EURO 4 dan EURO 5,” ujarnya lagi.

Kendaraan pribadi di Negara Eropa, katanya, 50 persen adalah berbahan bakar Diesel. Dengan pertimbangan emisi yang dikeluarkan 20 persen lebih ramah lingkungan. Namun sayangnya industri otomotif di Indonesia lebih memilih produksi mobil berbahan bakar premium, ketimbang diesel. Sehingga ia berharap dengan bertambahnya varian diesel non subsidi yatu Dexlite dan Pertamina DEX, bisa menggugah ide dan inovasi industri mobil di Indonesia.

“Di Indonesia industri mobil ga mau produksi diesel banyak, karn solar ga bagus katanya. Ya udah kita ngalah, dengan produksi diesel ini. Selain itu, Dexlite dan Pertamina DEX, bantu pemerintah kurangi subsidi. Subsisidi kan punya orang miskin. Malu dong, mobil bagus merk Fortune isinya solar subsidi,” pungkasnya seraya tersenyum. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini