Cegah Penyebaran Hoax, Diskominfo Akan Gandeng Kepolisian

20170613_034104

PENAJAM – Meningkatnya jumlah pengguna media sosial seperti facebook, twitter dan jejaring sosial lainya, turut berpotensi memberikan dampak negative terhadap penyebaran berita bohong (hoax) ke masyarakat. Hal tersebut dapat dianggap berbahaya jika penyebaran berita bersifat provokatif, terlebih yang mengandung unsur SARA.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara, Budi Santoso mengatakan, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk memperoteksi penyebaran berita palsu. Upaya lain yang akan dilakukan, yakni dengan bersinergi dengan kepolisian guna mencegah penyebaran hoax tersebut. Kerjasama dengan pihak kepolisian dinilai penting dalam memerangi berita palsu yang disebar melalui media sosial.

“Inikan perlu proses ya, tahapanya seperti sosialisasi dan setidaknya karena ini bicara undang undang dan penegakan peraturan kan mereka, apalagi mereka punya patroli siber,” ujar Budi. Meski belum secara resmi, namun dipastikan hal itu dilakukan dalam waktu dekat .

Saat ditanya indikasi akun penyebar hoax di Kabupaten PPU, Budi menyatakan ada tapi tidak memastikan jumlahnya. “Saya belum berani mengatakan berapa jumlahnya, tapi kalau ada insyaallah itu ada, dan yang pasti kami akan secepatnya melakukan (kerjasama) itu,” jelasnya.

Budi berharap, masyarakat bisa menggunakan akun media sosialnya dengan bijak. Selain itu ia meminta kepada masyarakat, agar tidak langsung memercayai informasi yang berasal dari media sosial tanpa melakukan kroscek terlebih dulu. (Kominfo)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini