Balikpapan Adakan Vaksinasi Rabies Pada Lima Pasar Tradisional

intan

Foto: Imay/ IDC Network

Balikpapan (idcfm.net)—Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan agendakan vaksin rabies massal mulai Mei 2017, atau sebelum memasuki bulan Ramadan tahun ini. Dalam kegiatan yang ditarget rampung hingga akhir tahun ini, DPKP siapkan sekitar 3000 vaksin yang merupakan bantuan dari pemerintah provinsi.

Kasi Pelaksana Pelayanan Kesehatan Hewan DPKP Kota Balikpapan Intan Apti Ranti berujar kegiatan vaksin rabies massal ini diprioritaskan kucing liar yang berada pada lima pasar tradisional. Saat ini, kata Intan, pihaknya masih melakukan persiapan salahsatunya menyiapkan jaring sebagai alat tangkap kucing.

“Vaksin massal ini akan diawali di pasar sepinggan yang paling dekat dulu. Belajar dari tahun lalu di pasar sepinggan bisa sampai 300 kucing kami vaksin. Sistemnya kita jarring, suntikan vaksin kemudian di pylox sebagai tanda,” kata Intan menerangkan pada Jumat (05/05/2017)

Kegiatan vaksin rabies massal ini berangkat dari banyaknya temuan hewan liar di Balikpapan yang dikhawatirkan menebarkan virus rabies.  Di DPKP sendiri menyediakan klinik hewan yang juga melayani permintaan vaksin hewan. Klinik ini buka setiap hari kerja yang disesuaikan dengan jam kerja PNS pada umumnya. Kata Intan, setiap harinya permintaan vaksin hewan hingga April 2017 baru berjumlah 250 ekor.

“Kalau vaksin rabies pasif atau yang datang langsung ke kami sampai sekarang ada 250 ekor hewan kesayangan. Tahun ini untuk yang pasif kami siapkan 2000 vaksin dan memang ada retribusinya. Tapi tidak semahal vaksin di Pratik dokter hewan atau pett shop,” imbuhnya.

Pentingnya memberikan vaksin rabies ini, kata Intan, menghindari penyebarannya pada tubuh manusia dan berakibat kematian. Ia merincikan, manusia yang terkena gigitan hewan liar yang terkena rabies akan mengalami demam satu minggu setelahnya. Masuk pada minggu kedua korban gigitan selanjutnya takut cahaya atau foto phobia dan menjadi agresif dan liar. Jika gigitan berada di sekitar kepala virus dengan cepat menyebar ke otak dan berakibat kematian.

“Prosesnya 14 hari tergantung lokasi gigitan. Kalau dekat kepala bisa lebih cepat menyebabkan kematian karena diserang saraf dan sel otak. Untguk itu vaksin ini perlu diberikan setiap satu tahun sekali,” imbuh Intan. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini