Bahan Makanan Sumbang Inflasi Tertinggi

GEDUNG bps bALIKPAPAN

 

Balikpapan (idcfm.net)—Kelompok Bahan Makanan pada Desember 2016 di Kota Balikpapan mengalami kenaikan indeks harga atau inflasi tertinggi 2,76 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,5675 persen dengan komoditi penyumbang terbesar adalah daging ayam ras, ikan layang/ benggol, jagung manis, kelapa dan ikan tongkol/ambu-ambu.

“Subkelompok daging dan hasil-hasilnya, subkelompok ikan segar, subkelompok ikan diawetkan, subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya, subkelompok bumbu-bumbuan, subkelompok lemak dan minyak, subkelompok sayur-sayuran, dan subkelompok bahan makanan lainnya seluruhnya mengalami kenaikan indeks harga,” ujar Kepala BPS Kota Balikpapan, Nur Wahid.

Jika dirincikan kembali, pada kelompok bahan makanan berupa daging dan hasil-hasilnya mengalami kenaikan tertinggi yaitu 7,95 persen. Menyusul ikan segar 6,84 persen; bumbu-bumbuan 5,06 persen; lemak dan minyak 4,34 persen dan sayur-sayuran 3,56 persen.

Namun terdapat pula komoditi yang mengalami penurunan indeks harga atau deflasi, diantaranya buah-buahan -2,02 persen dan kacang-kacangan -1,20 persen.

“Komoditi yang justru memberikan andil terhadap deflasi yaitu kangkung, pisang, apel, tempe, anggur dan lain sebagainya,” sebut Nur Wahid.

Adapun kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga atau deflasi pada Desember 2016 terdapat pada Kelompok Sandang sebesar -016 persen. Berdasarkan data BPS penurunan signifikan terjadi pada barang pribadi dan sandang lain sebesar -1,27 persen, sementara andilnya terhadap inflasi secara keseluruhan sebesar -0,0078 persen.

“Kelompok Sandang ini menyumbang deflasi terendah. Komoditi yang memberikan andil terhadap deflasi yaitu emas perhiasan,” ujarnya lagi.

Secara keseluruhan Kota Balikpapan pada Desember 2016 mengalami inflasi sebesar 1,26 persen dengan inflasi tahun Kalender dan sekaligus inflasi Year –on-Year sebesar 4,13 persen. Di antara sembilan kabupaten/ kota di pulau Kalimantan yang dipantau inflasinya, Balikpapan berada diurutan ke tiga. Kota Sampit mengalami inflasi tertinggi yaitu 1,30 persen disusul Kota Palangkaraya 1,28 persen dan Kota Balikpapan 1,26 persen.

“Inflasi kota Balikpapan lebih tinggi dari inflasi secara nasional 0,42 persen dan juga lebih tinggi dari inflasi Kalimantan Timur 1,04 persen,” tukas Nur Wahid.(Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini