Anggaran Dana Desa Naik, 1 Desa Terima Rp. 646 Juta

dana desa

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar saat meninjau penggunaan Dana Desa di Kabupaten Lombok, pada 30 Oktober 2015. (Foto: www.kemendesa.go.id)

 

Balikpapan (idcfm.net)—Pemerintah Provinsi Kaltim tahun ini tunjuk 100 desa tertinggal dan desa berprestasi. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Kalimantan Timur Moh Jauhar Efendi menyebutkan, masing-masing desa mendapatkan bantuan senilai Rp. 130 Juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun desa, ekonomi masyarakat setempat dan lainnya.

“2016 ini Pemprov Kaltim bantu keuangan, khususnya desa status tertinggal dan desa berprestasi. Tetapi karena anggaran terbatas baru 100 desa yang terima 130 juta,” ujar Jauhar saat Jumpa Pers di Aula Kantor Balikpapan, Selasa (16/05).

Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Penajam di Tahun 1998 ini menuturkan, ketika ia mengikuti Musrenbang tingkat nasional, Kementerian Desa memerintahkan daerah mendorong ekonomi desa yang nilainya mendekati 50. Namun dengan alasan asas keadilan dan pemerataan pembangunan, pihaknya justru memilih desa dengan nilai paling rendah.

“Tahun 98 saya Camat Penajam. Ini luasnya dua kali dari DKI, kalau DKI 580 KM Persegi, Camat Penajam 1200 KM persegi. Kami terjauh 68 KM. sekarang ada inisiatif DPRD untuk akses kelurahan di rubah jadi desa. Bukan karena ingin dapat dana tapi karena kondisi,” terangnya lagi.

Adapun alokasi dana desa Pemerintah Pusat (Pempus) dari APBN untuk Provinsi Kaltim Tahun 2016 adalah sebesar Rp. 540 M, atau naik 124 % dari alokasi tahun 2015 Rp. 240,5 M. Posisi Kaltim saat ini terdiri dari 836 desa, dengan pembagian 196 desa (23,17%) Kategori Desa tertinggal; 619 desa (74,31%) kategori Desa Berkembang dan 21 desa (2,52%) Kategori Desa Mandiri.

Dari 7 (tujuh) Kabupaten yang ada, Dana Desa terbesar ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan alokasi Rp. 122,19 M, untuk membangun 193 desa. Selanjutnya Kabupaten Kutai Barat mendapatkan jatah Rp. 117,71 miliar untuk membangun 190 desa.

Sementara alokasi dana terkecil adalah Kabupaten Penajam Paser Utara, sebesa Rp. 21,63 M untuk 30 desa dan terakhir Kabupaten Mahakam Ulu yang merupakan kawasan perbatasan negara atau berbatasan dengan Malaysia, mendapat alokasi Rp. 35,9 miliar untuk disebarkan kepada 50 desa.

“Kalau tahun 2015 rata-rata desa mendapat 298 juta, karena ada kenaikan anggaran, rata-rata 646 juta rupiah per desa,” sebut Jauhar.

Ditambahkan Jauhar, mekanisme pencairan dana desa adalah pembagian 60 persen dan 40 persen. Dimana tahap pertama dilaksanakan April 2016, sedangkan tahap kedua dilakukan Agustus 2016. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini