Alumni STAI Balikpapan Ini Minta Jangan Justifikasi FPI

Demo Ormas Tolak Anti FPI

Demo Ormas Tolak Anti FPI pada Senin (09/01). (Foto: Na/ IDC FM)

Balikpapan (idcfm.net)—Unjuk rasa massa gabungan dari Ormas GP Ansor, Gepak dan PMII tolak organisasi Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Balikpapan menuai kritikan.

Poniman, alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balikpapan berharap masyarakat memberi kesempatan pada FPI untuk mendirikan organisasinya di Balikpapan. Kehadiran FPI dan GNPF-MUI di kota minyak ini, membantu pemerintah untuk pembangunan kota yang beradab.

“Jangan Justifikasi FPI. Di Balikpapan ini banyak organisasi yang namanya lebih seram dari FPI, saya ga perlu sebutkan namanya lah. Tapi ormas dengan nama sera mini sampai hari ini mereka ga berbuat sesuatu yang meresahkan,” ujarnya.

Untuk itu, Poniman berharap agar masyarakat Balikpapan tidak gegabah untuk menolak ormas yang akan berdiri di Balikpapan. Ia mengimbau agar seluruh masyarakat sama-sama mengawasi ormas yang ada, dan segera melaporkan jika ditemui adanya ormas yang anarkis dan meresankan masyarakat.

“jangan lah gegabah. Ingat waktu LGBT marak-maraknya di Jakarta, FPI yang membantu pemerintah membubarkan pesta LGBT itu.” tukas Poniman.

Senada dilontarkan Aris Sidarta, yang juga Alumni STAI Balikpapan. Ia mengatakan yang berhak menolak terbentuknya ormas adalah Kesbangpol. Karena Ormas ini diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2013, Peraturan Pemerintah Nomor  18 Tahun 1986 dan Permendagri Nomor 33 Tahun 2012. Pria yang aktif pada organisasi Pemuda Muhammadiyah Balikpapan ini

“Saya hanya menyuarakan aspirasi pribadi. Saya bukan pengagum FPI. Cuma nurani saya mengatakan secara syariat islam itu kok sudah benar ya. Jadi, biarkanlah FPI itu ada. Nanti yang seleksi kegiatannya seperti apa, sesuai tiga peraturan itu,” kata Aris.

Di mata Aris Sidarta, FPI hadir menawarkan visi menegakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, yaitu memerintah kepada segala kebaikan dan memerangi segala kemunkaran. Organisasi ini berani menanggung resiko berupa hujatan dan dan benturan dari sekelompok masyarakat jika bersinggungan dengan kehormatan agama.

Berbeda dari para ulama yang ada, yang sebatas menegakan Amar Ma’ruf dengan cara yang lembut dan bahasa yang menyejukkan. Untuk itu, Aris berharap masyarakat memberi kesempatan FPI untuk membentuk organisasinya di Balikpapan.

“Saya salut dengan yang disampaikan wakil walikota dihadapan ormas yang menolak FPI. Jangankan FPI. Ormas lain pun kalau bikin Balikpapan tidak kondusif akan ditindak tegas,” kata Aris menekankan.

Umi Zidan, warga Balikpapan juga mengaku prihatin dengan sekelompok masyarakat yang menolak FPI di Balikpapan. Menurutnya menolak FPI sama saja mendukung kemungkaran.

“ Prihatin dengan oknum yang memecahbelah persatuan. Mereka mengancam akan sweeping anggota FPI di Balikpapan. Lihatlah cerminan siapa yang lebih meresahkan,” pungkasnya. (Imy)

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini