Alasan Efisiensi, Pertamina Bangun Apartemen Tertinggi di Balikpapan

 

?????????????

Kilang RU V Balikpapan. (Foto: Imay/ IDC Network)

 

Balikpapan (idcfm.net)—PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk terlihat mulai melakukan kegiatan awal pembangunan Apartemen Refinery Unit V Balikpapan di Jalan Dahor Balikpapan Barat. Setelah melakukan penandatanganan kontrak kerjasama dengan PT Pertamina (Persero) pada April 2016, saat ini pekerja sedang melakukan penancapan paku bumi atau tiang pancang bagian dari bangunan gedung tersebut.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi, mengutarakan pihaknya target pembangunan apartemen setinggi 91 meter tersebut bisa tuntas, selambat-lambatnya pertengahan tahun 2017. Mengingat apartemen ini adalah bagian dari kegiatan Refinery Develompent Masterplan Program (RDMP) RU V Balikpapan.  Selanjutnya Apartemen ini menjadi hunian bagi pekerja pertamina bidang pengolahan.

“Apartemen ini terdiri dari 4 tower, sekitar 24 lantai akan berisi 300 unit rumah, dengan tinggi 91 meter. Kami sadar apartemen ini menjadi bangunan tertinggi di balikpapan dan menjadi landmark kota. Kita sudah melibatkan konsultan dari ITB untuk desainnya,” terang Hardadi, saat Jumpa Pers di Balikpapan pada Kamis (09/06).

Menurut Hardadi, beragam pertimbangan telah dilakukan sebelum dibuat keputusan untuk memperluas kilang dan membangun apartemen bernilai Rp. 497 Miliar tersebut. Ia mengungkapkan, komplek perumahan Pertamina RU V Balikpapan ini dikelilingi oleh sekitar 20 komplek pemukiman penduduk yang tersebar di seluruh wilayah. Sebagian besar pemukiman tersebut memanfaatkan fasilitas air bersih dan listrik milik pertamina. Akibatnya biaya kebutuhan air dan listrik pertamina sendiri membengkak dan berpengaruh terhadap rencana pembangunan kedepan.

“Data kami ada sekitar 40 persen pipa air kita dipakai oleh warga setempat. Dengan mengumpulkan karyawan ini disatu tempat yang sama, akan lebih efisien dan terkontrol. Namun tetap ada 3 komplek perumahan pertamina yang di pertahankan yaitu di kawasan Gunung Pancur, Gunung Dubs dan APT,” sebutnya.

Ditambahkan Hardadi, pertimbangan lain adalah kilang kedepan kapasitasnya semakin besar dan semakin komplek. Respon operasionalnya, kata Hardadi, perlu tingkat kesamaptaan yang lebih tinggi. Sehingga jika pekerja dengan dengan pemukiman dan setiap saat bisa masuk ke dalam kilang, maka dari sisi kesiapan tenaga kerja juga akan lebih baik lagi.

Apartemen Refinery Unit V Balikpapan adalah bagian dari mega proyek (RDMP) RU V Balikpapan. Setelah pembangunan rampung, karyawan pun langsung direlokasi dan bersamaan dengan itu juga dimulai proses pembersihan dan pembangunan perluasan kilang.  Diakhir tahun 2019, seluruh kegiatan rampung, dan kapasitas produksi kilang pun meningkat, dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari. (Imy)

 

Beri Komentar

Hak Cipta © 2014 IDCFM.net Dilindungi Undang-undang. Radio IDCFM
IKLAN MELAYANG
close
Banner iklan disini